Juli 18, 2011

Sudahkah Kita Sholat ?

Rasulullah SAW bersabda: "Langit merintih dan memang ia pantas merintih,
karena pada setiap tempat untuk berpijak terdapat malaikat yang bersujud
atau berdiri (sholat) kepada Allah Azza Wa Jalla." (HR. Imam Turmudzi,
Ibnu Majah dan Ahmad)

Orang yang meninggalkan sholat karena dilalaikan oleh urusan dunia akan
berat siksanya, dan panjang penyesalannya.

Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya sholat adalah kewajiban yang
ditentukan waktunya bagi orang-orang yang beriman." (QS. An-Nisa', 4:103)

Rasulullah SAW bersabda: "Wahai Abu Hurairah, perintahkanlah keluargamu
untuk sholat, karena Allah akan memberimu rezeki dari arah yang tidak
pernah kamu duga."

Rasulullah SAW juga bersabda: "Sholat adalah tiang agama, barang siapa
menegakkannya, maka ia telah menegakkan agama, dan barang siapa
merobohkannya, maka ia telah merobohkan agama." (HR. Imam Baihaqi)

Mudah-mudahan sangat bermanfaat buat kita semuanya umat
Islam.Tugas kita semua untuk saling mengingatkan sesama Muslim akan
pentingnya Sholat!

Jadi Dimanapun dan Kapanpun 
Jangan Lupa Sholat ya,. :)

Oktober 05, 2009

Terrible earthquake that occurred in Indonesia since the year 2004-2009
















Terrible tectonic earthquake that shook the island of Indonesia, Centered in Tasikmalaya, is not the first earthquake and was likely not the last, because the archipelago area surrounded by the Eurasian plate, the Indo-Australian plate and Pacific plates.

From time to time these plates will shift breaking cause earthquakes. Furthermore if there is a collision between tectonic plates can generate a tsunami, as happened in Aceh and North Sumatra.

Here's a list of some terrible earthquake that occurred in Indonesia since the year 2004-2009 :

- Thursday, October 1, 2009, an earthquake with the strength 7 SR., in Jambi, Central Sumatera

- Wednesday, 30 September 2009, an earthquake with a strength 7.6 SR, In Padang, West Sumatera. Victims of hundreds of people (529 people from October 1 data 09, at 16:40 Wib)

- Saturday, September 19, 2009, an earthquake with a 6.4 SR strength, In Bali. Seven people were injured by the quake

- September 2, 2009, an
earthquake measuring 7.3 SR occurred in Tasikmalaya, West Java. A total of 46 killed and wounded more than 100 people.

- September 13, 2007, SR 7.8 magnitude earthquake occurred on the island of Sumatra, no casualties were reported, the quake damaged several buildings.

- 12 September 2007,
SR 8.4 magnitude earthquake occurred in Padang, West Sumatra. Another 25 were killed, and more than 50 people injured.

- March 6, 2007, 6.3 SR. magnitude earthquake shook the island of Sumatra, as many as 52 people were killed and 250 wounded. Two hours later, occurred 6.1 SR magnitude aftershock

- January 21, 2007, an earthquake measuring 7.3 SR. rocked Sulawesi, four died and four people injured.

- July 17, 2006, SR 7.7 earthquake shook the coast of Pengandaran and the South Island of Java, and triggered the tsunami. 600 people died in the accident.

- May 27, 2006, an earthquake with the strength 6.2 SR. shook the Yogyakarta, more than 3,000 people died in the disaster.

- March 28, 2005 March, 8.7 SR strength earthquake rocked Nias and Simeulue, 900 people died, thousands of houses and bridges to t
he ground.

- December 26, 2004, an earthquake with a strength terrible 9 SR rocked Sumatra and triggered a tsunami in several countries, especially Indonesia. 13
1. 029 people were killed, while thousands more missing. Experienced the worst disaster archipelago.

- November 26, 2004, SR 6.4 earthqua
ke shook Nabire, Papua. 30 people were killed.

- 12 November 2004, magnitude 6 SR earthquake rocked Alor. As many as 27 people were killed, hundreds of buildings razed to the ground.

- February 6, 2004, an earthquake measuring 6.9 SR. magnitude earthquake and SR 7.1 on February 7, 2004 shook Nabire, 34 killed.

[Source : Vivanews]

Forecast Potential Soil Movement (Earthquake) Month September 2009

Note from the Directorate of Volcanology and Geological Hazard Mitigation (DVMBG) Department of Energy and Mineral Resources shows that there are 28 regions in Indonesia, which declared the earthquake and tsunami-prone. Among NAD, North Sumatra, West Sumatra, Bengkulu, Lampung, Banten, Central Java and Yogyakarta southern part, southern part of East Java, Bali, NTB and NTT. Then North Sulawesi, Central Sulawesi, South Sulawesi, North Maluku, South Maluku, Biak, Yapen and Fak-Fak in Papua and East Kalimantan Balikpapan.

The information center of the site was launched by the Volcanology and Geological Hazard Mitigation (DVMBG) Thursday (3/9/2009), at least in the month of September 2009 is estimated Potential Soil Movement in nine regions across Indonesia. Of course this land movement would potentially be an earthquake that suddenly destroy everything

Below Forecast Potential Soil Movement in Several Areas In September 2009 Indonesia :

1. Forecast Potential Soil Movement Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Province

2. Forecast Potential Soil Movement of North Sumatra Province Table

3. Forecast Potential Soil Movement of West Sumatra Province

4. Forecast Potential Soil Movement Riau Province

5. Forecast Potential Soil Movement Banten Province

6. Forecast Potential
Soil Movement of West Java Province

7. Forecast Potential Soil Movement Central Java and Yogyakarta

8. Forecast Potential Soil M
ovement of East Java Province

9. Forecast Potential Soil Movement Irian Jaya Province



TSUNAMI AREA IN INDONESIA












Earthquake prone regions in Indonesia

















September 11, 2009

Makna Syahadat "Laillahailallah"

Subhanallah.. Sukses untuk Radio Rodja.. Menebar Cahaya Sunnah dengan materi kajian-kajian Islam yang lainnya. Mudah-mudahan bermanfaat bagi yang ingin menambah pahala dan ingin mendapat Hidayah dibulan Suci Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan ini. Amiiin.
-Ronald-


Tema : Makna Syahadat Laillahailallah
Pemateri : Ustadz Badrusalam


Seluruh umat islam sudah mengenal dua kalimat syahadat, tetapi apakah kita sudah mendalami dan memahami dengan benar makna dua kalimat syahadat tersebut ? . Orang2 musyrikin pada zaman Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengakui yang menciptakan langit dan bumi itu Allah.

Seperti Firman Allah dalam Surah Luqman ayat 25 yang artinya : Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”. Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

Dari ayat tersebut membuktikan kaum musyrik mengakui Allah sebagai pencipta, lalu apa makna syahadat sebenarnya ?. Untuk mengetahui secara lengkap makna syahadat sebenarnya silahkan dengarkan secara lengkap kajiannya, dengan format Mp3, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Silahkan klik link dibawah ini :

Agustus 07, 2009

Toni Ruttimann, The Bridgebuilders Volunteer

Berikut saya ceritakan secara singkat kisah seorang kolega saya, sukarelawan pembangun jembatan, dimana saya bertemu dengan beliau, dan sangat kagum akan komitmen beliau untuk membantu sesama.

Equador; Awal lahirnya sebuah impian

Bermula di tahun 1987, Seorang pemuda 19 tahun bernama ”Toni Ruttimann” tiba di Ecuador dengan hanya membawa sebuah tas disertai tujuan untuk membantu korban gempa bumi disana.
Toni menyadari bahwa banyak dari para korban gempa yang terisolasi, banjir dari sungai akibat gempa telah meruntuhkan jembatan yang menjadi penghubung ke sekolah, rumah sakit, akses ke jalan besar dan pasar. Dengan memanfaatkan peralatan yang terbatas, bimbingan teknis dari seorang Insinyur dari Belanda serta semangat yang kuat untuk membatu sesama, Toni berhasil membangun Jembatan pejalan kaki pertamanya.
Setelah 6 bulan berlalu, Toni kembali ke Negara asalnya Switzerland dan memulai kuliahnya di Teknik Sipil dengan masa perkuliahan sekitar 5 tahunan, tapi ternyata hanya bertahan 6 minggu,Toni memutuskan untuk keluar dan membulatkan tekat untuk mengabdikan dirinya untuk membantu mereka ya tertimpa musibah, kembali ke Ecuador.
Dan setelah 20 tahun berlalu, lebih dari 100 Jembatan pejalan kaki telah dibangun dan lebih dari 230 ribu penduduk disekitar wilayah negara tersebut menikmati manfaatnya hingga saat ini.

Impian berlanjut di Asia Tenggara


Setelah bekerja selama 14 tahun membantu penduduk di Amerika Latin dengan membangun ratusan jembatan, “Toni Ruttimann” memutuskan untuk memasuki Asia.
Dia berkata “Ini adalah awal baru dari pengabdian saya sebagai pembangun jembatan”.

Toni memutuskan untuk mengunjungi Cambodia di tahun 2001, tidak seperti di Ecuador, Cambodia memiliki banyak sumber daya alam tetapi telah hancur akibat peperangan.
Masalah logistik juga sedikit banyak menghambat, tetapi semua dapat diatasi dengan semangat dan gotong-royong bersama penduduk setempat.

Hasilnya saat ini penduduk setempat telah berhasil menyelesaikan 54 jembatan yang melayani sekitar 160,000 Penduduk disana. Toni dan penduduk local di Asia Tenggara telah membangun lebih dari 120 jembatan.
Selama 21 tahun, Toni Ruttimann telah membimbing dan menginspirasi banyak komunitas masyarakat yang percaya, dengan kemampuan yang ada dan keinginan untuk merubah kondisi menjadi lebih baik dengan membangun Jembatan secara bersama-sama dengan rasa penuh solidaritas.

Indonesia Selanjutnya!

Toni Ruttimann telah tiba di Indonesia dan dari perbincangan bersama beliau kemarin, kami sangat butuh informasi tentang wilayah khususnya daerah terpencil di Indonesia yang sangat membutuhkan Jembatan sebagai penghubung desa satu ke lainnya atau desa yang terisolasi sehingga dapat sangat membatu penduduk dalam melanjutkan kehidupannya.

Ini adalah murni sebuah misi kemanusiaan dan tidak membawa unsur SARA atau nama suatu badan atau serupanya. Biaya yang digunakan didapat dari mereka yang simpatik dengan Toni, berbekal semangat dan tenaga dari penduduk setempat.

Apabila ada teman-teman yang dapat membatu berbagi info lokasi daerah di Indonesia yang saat ini sangat butuh bantuan berupa jembatan, atau mungin pihak lain seperti asosiasi dsb. yang memiliki info serupa sebagai bahan masukan saya, mohon email ke :


ronaldharnaz@gmail.com

Sedikit info dari anda bisa sangat berarti membantu teman-teman kita di seluruh pelosok Indonesia yang sedang kesulitan.


Sekian info dari saya,

Salam Erat.
Ronald

Januari 19, 2009

ISLAMIC GOLD DINAR AND SILVER DIRHAM

KOIN DINAR (EMAS) ISLAM DAN KOIN DIRHAM (PERAK) ISLAM

Sejak runtuhnya ke Khalifahan tahun 1924 dinar-dirham sebagai mata uang yang telah dipakai oleh umat islam selama 1200 tahun menghilang dari peredaran akibat dari tipu-daya perbankan ribawi (yahudi) dan permaianan uang kertas yang tidak ada harganya kecuali hanya sebagai selembar kertas. Praktis hari ini di dunia hanya mengenal sistem uang kertas yang merupakan dari sistem riba yaitu: perbankan. inilah pangkal masalah hari ini, riba!

Koin Dinar-Dirham dicetak kembali oleh Prof Umar Ibrahim Vadillo dan komunitas muslim spanyol (murabitun) di Spanyol pada tahun 1992 atas bimbingan Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi, kemudian di Indonesia pada tahun 2000 mulai dicetak kembali koin Dinar-Dirham oleh 3 orang faqir Syadzilliya-Darqawiyya di Nusantara. Urusan Dinar-Dirham bukan hanya sekedar mencetak koin emas terus disimpan, tidak! lebih dari itu adalah:

1. Untuk menegakkan kembali tiang zakat (harta) kita yang rubuh akibat di berlakukannya pemakaian uang kertas oleh perbankan internasional ataupun nasional

2. Memerangi (meninggalkan) sistem riba


3. Mengembalikan Muamalat islam (lengkapnya silahkan baca website ini)


4. Mengembalikan Hukum Allah di atas segala hukum dan hal lain yang tidak bisa dibahas disini

Menabung menggunakan Dinar-Dirham

Sebelum dimulai, ada baiknya kita ketahui bahwa untuk menabung dalam dinar, yang paling perlu diperhatikan adalah disiplin. Minimal 1 bulan sekali kita menabung dalam dinar dan memaksa diri sendiri untuk menabung, berapa pun penghasilan kita. Jika hal ini tidak dapat dijalankan, maka percuma saja.

Menabung Tanpa Tujuan Khusus

Menabung tanpa tujuan khusus biasanya kita lakukan apabila kita memiliki kelebihan uang dari penghasilan yang kita terima, dan kita tidak tahu uang tersebut mau diapakan. Misalkan, pendapatan kita satu bulan adalah Rp 1,5 juta, setelah perkiraan pengeluaran bulanan + sedekah misalnya 1 juta, maka kita memiliki kelebihan uang sebesar 500ribu. kelebihan uang tersebutlah yang kita jadikan tabungan.
Tidak ada patokan khusus berapa yang harus kita tabung dalam hal ini. Yang penting, apabila ada uang lebih, segerakanlah menabung dalam dinar/dirham.

Apa manfaatnya?

Pertama,
kita memiliki simpanan yang dapat kita gunakan sewaktu2 apabila diperlukan.

Kedua,
harta kita terjaga dengan sendirinya, tidak kena riba, tidak kena inflasi, bahkan kalau mau dirupiahkan, dalam jangka panjang tabungan Dinar-dirham ini lebih tinggi dari Deposito Bank.
Sedikit intermezo, di sebuah forum, ada seseorang yang senang karena tabungannya sebesar Rp 20.000 di Bank tidak berkurang sedikitpun setahun kemudian. Padahal sebenarnya, daya beli uangny sudah jauh berkurang karena inflasi.

Kita simulasikan saja: Misalnya Anda memiliki kelebihan dana 1 dinar 1 bulan. Dalam jangka waktu 10 tahun Anda konsisten menabung dinar. Maka setelah 10 tahun, Anda akan memiliki 12 x 10 = 120 dinar. Nilai 120 dinar 10 tahun lagi niscaya akan jauh lebih banyak dibanding Anda menabung 800 ribu 1 bulan selama 10 tahun.

Bagi yang penghasilannya relatif kecil dan tidak bisa menabung 1 bulan 1 dinar misalnya, ada beberapa solusi, yaitu menabung dengan satuan dinar yang lebih kecil yaitu 1/2 atau 1/4. Atau, menabunglah dalam dirham yang nilainya jauh lebih kecil lagi. Yang penting itu konsistensinya, bukan nilainya.

Nilainya Insya Allah terjaga karena kita menabung dengan dinar-dirham, bukan uang kertas.Jangan lupa, setelah setahun dan lebih dari 20 dinar atau 200 dirham, keluarkan zakatnya.

Tips:

1. Orang2 kaya/berhasil dalam usaha, yang mengerti nilai emas dan tanah, apabila memiliki kelebihan uang untuk ditabung, biasanya akan menabung dalam emas atau tanah. Mereka hanya menggunakan bank untuk keperluan sehari-hari atau bisnis, bukan untuk tabungan.

2. Untuk berhasil dalam menabung, gunakan prinsip "Bayar Dirimu Terlebih Dahulu". Maksudnya, apabila menerima penghasilan/gaji, ambil langsung sekian persen secara otomatis untuk ditabung, tanpa menghitung apakah sisanya cukup atau tidak buat bulan ini. Biasanya, kalau kita menghitung2 dulu, tidak akan cukup atau habis sebelum uangnya sempat ditabung.

3. Pepatah "Sedikit demi sedikit lama2 jadi bukit" tidak berlaku untuk uang kertas (!) Kenapa? Ya, benar, terbanting oleh INFLASI. Tidak percaya? Silakan coba sendiri.

Kalau kita umat islam menuntut untuk dapat menggunakan dinar-dirham sebagai alat pembayaran sekarang juga, itu tidak fair. Bahkan kun faya kun - pun melalui suatu proses. Tidak ada kejadian sekecil apapun di dunia ini yang tidak melalui proses.

Setelah berita kebangkrutan Lehman Brothers ,langsung teringat akan krisis 98. Pada saat itu rupiah ter-devaluasi sangat besar sehingga penduduk miskin indonesia langsung loncat mencapai hingga 45%. Hal ini menggerakkan kita untuk mencari tahu apa kemungkinan terburuk dari krisis yang sudah berlangsung satu tahun lebih yang terjadi di amerika ini.

Krisis-2 seperti ini sudah beberapa kali terjadi dan korbannya hampir selalu negara-2 miskin (kaya alamnya, tetapi tidak menguasai sistem monter) yang menggantungkan nilai mata uangnya ke mata uang kuat seperti dolar.

Salah satu fakta yang mencengangkan adalah pergerakan harga emas yang secara garis besar selalu naik. Sebenarnya bukan harga emasnya yang naik, tetapi ternyata uang kertasnya yang nilainya turun. Itu tidak hanya terhadap dolar, tetapi terjadi di semua mata uang lebih-2 rupiah. dahulu tahun 98, harga cincin kawin, waktu itu harganya 70 ribu per gram. Karena itu termasuk perhiasan, ada ongkos pembuatannya, diperkirakan harga emasnya sendiri 50 ribu per gram. Sekarang, 10 tahun kemudian 270-300 ribu (bisa dilihat di http://www.logammulia.com/). Itu artinya selama 10 tahun, nilai emas naik 5 kali (500%) lebih. Atau lebih tepatnya, nilai rupiah merosot 1/5 kali.

Hal ini membuat keyakinan bahwa ada hal yang salah dengan sistem moneter yang kita gunakan saat ini. kita mulai berpikir untuk mengkonversi semua harta saya dalam bentuk emas untuk melindungi nilainya.

Pencarian selanjutnya tentang sistem moneter (uang fiat) yang dianut hampir seluruh negara didunia ini meyakinkan saya bahwa sistem ini memang sengaja diciptakan untuk keuntungan golongan/ kelompok tertentu untuk dapat mengeksploitasi kelompok lain. Buktinya adalah bahwa pada saat krisis seperti ini, dimana sebagain besar orang panik dan dibuat miskin, ada sekompok orang yang justru mendapat untung.

Jadi yakin bahwa sistem moneter yang sekarang digunakan ini memang ada yang salah dan sistem syariah (dinar-dirham) yang dijelaskan dalam beberapa artikel ini memberikan harapan.

Jadi mulai sekarang lebih baik konversikan sebagian besar aset dalam bentuk dinar dan bukannya emas biasa. Dengan demikian bisa berharap bahwa jumlah dinar beredar dimasyarakat semakin meningkat dan suatu saat bila jumlahnya sudah cukup akan melemparkan dinar-dirham ini menjadi alat tukar yang adil dengan kecepatan yang tidak bisa dibendung lagi.

Jadi kesimpulan, kalaupun saat ini dinar-dirham belum bisa dijadikan sebagai alat tukar yang nyaman, tidak ada ruginya (bahkan untung) kalau kita sebagai umat muslim untuk menyimpan harta kita dalam bentuk dinar (sisakan sedikit untuk kebutuhan sehari-hari) sehingga pada suatu titik tertentu nantinya (bila sudah mencapai titik ke-ekonomian) dinar-dirham dengan sendirinya menjadi alat tukar yang tidak hanya nyaman tapi menguntungkan bagi semua pihak.

Dinar-Dirham yang saat ini beredar di indonesia adalah standar WITO (World Islamic Trading Organization) dengan ukuran dan standart yang telah dikaji secara mendalam baik secara historis islam, ilmu-amal dan teknis oleh WITO dan disosialisasikan oleh fuqara Syadzilliya-Darqawi pada awalnya.

Ukuran dan Berat standar dinar-dirham yang dikeluarkan oleh WITO adalah:
1 Dinar adalah 4.25 gram dan 22 karat dengan kemurnian 91.71
1 Dirham adalah 2.975 gram perak murni

Koin-koin Dinar-Dirham ini telah beredar di nusantara melalui wakala-wakala lokal dan regional (wakala adalah tempat penukaran dinar-dirham). standar dinar-dirham yang dikeluarkan WITO ini telah berlaku umum di mana-mana, maka perlu untuk diperhatikan: ada orang-orang yang mencoba mengamalkan dinar-dirham di luar apa yang telah kami jelaskan panjang lebar, apa dan bagaimana menghandling dinar-dirham dalam muamalat bahwa tidak bisa keluar dari ilmu dan amal yang terjadi di madinah adanya keterkaitan dengan amir, fuqaha qadi dan muhtasib serta perangkat lainya yang mana ini tidak ada urusannya dengan ekonomi syariah atau bank shariah dan label syariah lainnya.

Zakat Maal/HartaNishab : 20 Dinar Emas atau 200 Dirham Perak
Haul : 1 Tahun Hijriyah
Zakat : 2.5 %
Cara hitung: saat tabungan Anda mencapai 20 Dinar, dan setelah satu tahun tidak berkurang (mungkin bertambah), potonglah zakatnya.

Info2 lebih detail dapat dilihat pada sumber-sumber dibawah ini :

September 30, 2008

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1429H “Taqobbalalloohu minnaa wa minkum”

Iedul Fitri
Dari Artikel www.muslim.or.id
Lebaran adalah hari yang tidak asing bagi kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. Hari yang penuh suka cita, di mana kaum muslimin dibolehkan kembali makan dan minum di siang hari setelah satu bulan penuh berpuasa. Namun, jika kita tinjau perayaan lebaran (’Iedul Fitri) yang telah kita laksanakan, sudah sesuaikah apa yang kita lakukan dengan keinginan Allah dan Rosul-Nya? Atau malah kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan perintah-Nya, dengan sekedar ikut-ikutan kebanyakan manusia? Untuk mengetahui perihal ini, mari kita simak bersama bahasan berikut.

Definisi ‘Ied
Kata “Ied” menurut bahasa Arab menunjukkan sesuatu yang kembali berulang-ulang, baik dari sisi waktu atau tempatnya. Kata ini berasal dari kata “Al ‘Aud” yang berarti kembali dan berulang. Dinamakan “Al ‘Ied” karena pada hari tersebut Allah memiliki berbagai macam kebaikan yang diberikan kembali untuk hamba-hambaNya, yaitu bolehnya makan dan minum setelah sebulan dilarang darinya, zakat fithri, penyempurnaan haji dengan thowaf, dan penyembelihan daging kurban, dan lain sebagainya. Dan terdapat kebahagiaan, kegembiraan, dan semangat baru dengan berulangnya berbagai kebaikan ini. (Ahkamul ‘Iedain, Syaikh Ali bin Hasan).

Perlu diperhatikan, saat ini telah menyebar di kalangan masyarakat, bahwa makna “Iedul Fitri” adalah kembali kepada fitroh (suci) karena dosa-dosa kita telah terhapus. Hal ini kurang tepat, baik secara tinjauan bahasa maupun istilah syar’i. Kesalahan dari sisi bahasa, apabila makna “Iedul Fitri” demikian, seharusnya namanya “Iedul Fithroh” (bukan ‘Iedul Fitri). Adapun dari sisi syar’i, terdapat hadits yang menerangkan bahwa Iedul Fitri adalah hari dimana kaum muslimin kembali berbuka puasa.

Dari Abu Huroiroh berkata: “Bahwasanya Nabi shollallohu’alaihi wa sallam telah bersabda: ‘Puasa itu adalah hari di mana kalian berpuasa, dan (’iedul) fitri adalah hari di mana kamu sekalian berbuka…’” (HR. Tirmidzi dan Abu dawud, shohih) (Majalah As Sunnah 05/I, Ustadz Abdul Hakim). Oleh karena itu, makna yang tepat dari “Iedul Fitri” adalah kembali berbuka (setelah sebelumnya berpuasa).

Pensyariatan ‘Ied (hari raya) Adalah Tauqifiyyah
Hari raya (tahunan) yang dimiliki oleh kaum muslimin, hanya ada dua, yaitu ‘Iedul Fitri dan ‘Iedul Adha. Adakah hari raya yang lain? Jawabnya: tidak ada. Karena pensyariatan hari raya merupakan hak khusus Allah ‘azza wa jalla. Suatu hari dikatakan hari raya apabila Allah menetapkan bahwa hari tersebut adalah hari raya (’Ied). Namun, jika tidak, kaum muslimin tidak diperkenankan merayakan atau memperingati hari tersebut. Alasannya adalah hadits Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari Anas rodhiyallohu ‘anhu bahwa beliau berkata, “Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam datang ke Madinah dan (pada saat itu) penduduk Madinah memiliki dua hari raya yang dipergunakan untuk bermain (dengan permainan) di masa jahiliyyah. Lalu beliau bersabda: ‘Aku telah datang kepada kalian, dan kalian memiliki dua hari yang kalian gunakan untuk bermain di masa jahiliyyah. Sungguh Alloh telah menggantikan untuk kalian dua hari yang lebih baik dari itu, yakni hari Nahr (’Iedul Adha) dan hari fitri (’Iedul Fitri).” (HR. Ahmad dan Abu Dawud, shohih)

Dua hari raya yang dimiliki penduduk Madinah saat itu adalah hari Nairuz dan Mihrojan, yang dirayakan dengan berbagai macam permainan. Kedua hari raya ini ditetapkan oleh orang-orang yang bijak pada zaman tersebut karena cuaca dan waktu pada saat itu sangat tepat/bagus. (Ahkamul ‘Iedain, Syaikh Ali bin Hasan). Tatkala Nabi datang, Allah mengganti kedua hari tersebut dengan dua hari raya pula yang Allah pilih untuk hamba-hamba-Nya. Sejak saat itu, dua hari raya yang lama tidak diperingati lagi. Berdasarkan hal ini, pensyariatan hari raya adalah tauqifiyyah (sesuai dengan perintah Allah). Seseorang tidak diperbolehkan menetapkan hari tertentu untuk perayaan/peringatan kecuali memang ada dalil yang benar dari Alloh (Al Qur’an) maupun Rosul-Nya (Al Hadits). Sehingga tidak benar, apa yang dilakukan sebagian besar kaum muslimin saat ini, dengan melakukan berbagai macam peringatan/perayaan yang sama sekali tidak ada tuntunannya. Di antaranya: peringatan/perayaan maulid Nabi, Isro Mi’roj, Nuzulul Quran, hari Kartini, hari ibu, dan hari ulang tahun.

Umat Islam di Indonesia yang katanya mayoritas, sebagian besar masih enggan mengamalkan syariat Islam dengan sepenuhnya. bertentangan dengan firman Allah Swt. :

"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu." (Al Baqarah : 208)

Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul.” Mereka menjawab: “Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya.” Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?. ( Al Maidah : 104 )


“Taqobbalalloohu minnaa wa minkum”
Selamat hari Raya Iedul Fitri 1429 H

September 23, 2008

Bersedekahlah walau disaat kita susah


Allah memberikan rahasia tentang bagaimana caranya kalau mau dilapangkan rezeki ketika sempit rezekinya, yaitu dengan jalan "SEDEKAH".

Ingatlah !!
Bahwa harta yang kita miliki di dunia ini adalah bukan milik kita, tetapi milik Allah.

Menjadi biasa jika bersedekah, berzakat, di kala senang dan di kala kaya ....sebab memang tidak ada yang istimewa,
itu adalah keharusan. Justru menjadi aneh, bila di saat mampu tidak mau berbagi.
Maka, ketika kita mau bersedekah, mau mengorbankan harta kita, di saat tidak punya, nilainya sangat luar biasa di sisi Allah.

Dan inilah kunci pembuka rezeki yang sebenarnya.

Jangan takut harta dan uang kita akan habis (padahal kita lagi tidak punya), dan kita jadi mati kelaparan karena kita berikan kepada mereka-mereka yang lebih membutuhkan. Ingat harta itu...uang itu bukan milik kita tapi milik Allah.

Allah Maha Melihat, Allah Maha Mengetahui dan Allah Maha Menatap. Allah tidak akan membuat hambanya sengsara dan menderita. Percayalah bahwa Allah akan melapangkan dan memberikan rezeki kepada kita dengan jalan yang tidak kita sangka sebelumnya.

Bagaimana ukuran sedekahnya?

Simak cerita "Budak Hitam" di bawah ini ....

Alkisah, sudah sejak lama Abu Thalhah memperhatikan pekerja tetangga kebunnya, seorang 'Budak Hitam'.

Abu Thalhah adalah seorang yang sangat kaya raya pada zamannya. Dia banyak memilik perkebunan, salah satunya adalah kebun yang berlokasi bersebelahan dengan kebun dimana di Budak Hitam bekerja. Kebun majikan si Budak Hitam tidak seluas milik Abu Thalhah, karenanya upahnya pun sangat sedikit, hanya tiga potong roti per harinya.

Budak Hitam ini menjalani hidupnya dengan ikhlas dan keimanan yang tinggi akan kemurahan Tuhannya. Dia tidak peduli dengan minimnya upah yang dia terima, baginya panca indra yang lengkap dan masih bisa bernafas saja sudah merupakan dua nikmat yang tidak mampu dia bayarkan dan dia sangat bersyukur sekali. Ia selalu merasa amalnya tidak berarti apa-apa dubandingkan dengan kemurahanNya.

Pada suatu ketika si Budak Hitam mendapati seekor anjing menjulurkan lidahnya, tanda kelaparan. Demi melihat anjing ini dia memberikan 1 dari 3 potong roti yang digenggamnya. Tapi ketika roti itu diberikan, anjing itu masih mengibaskan ekornya tanda kelaparan, lalu ia berika lagi roti yang ke 2, bahkan potongan ke 3 pun dia berikan kepada anjing itu, hingga anjing itu kenyang dan berlalu dari hadapannya.

Abu Thalhah yang memang sudah lama memperhatikan Budak hitam ini, menjadi tertegun menyaksikan apa yang dilihatnya. Ia tahu bahwa upah si Budak Hitam hanya 3 potong roti tersebut, tidak ada yang lain. Tapi dia lebih rela dan ikhlas, bila anjing yang makan roti upahnya kerjanya.

Karena penasaran, Abu Thalhah bertanya kepada si Budak, "Sadarkah engkau apa yang telah engkau lakukan?"
"Sadar" jawab si Budak.
"Adakah upah lain yang diberika majikanmu?" Tanya Abu Thalhah lagi.
"Upahku hanyalah yang tuan lihat"
"Apa kamu tidak merasa kuatir tidak dapat makan?" tanya Abu Thalhah lagi.
"Saya tidak kuatir. Ada upah lain dari Tuhanku. Saya yakin dan percaya. Tuhan saya akan memperhatikan saya," jawab si Budak dengan penuh keyakinan.

"Terus apa kamu tidak menyesal nanti?" Cecar Abu Thalhah.
Si Budak menjawab "Untuk apa saya harus menyesal?"

Tahulah si Budak bahwa Abu Thalhah memeprhatikan perilakunya terhadap anjing tadi. Tapi sungguh karena 'kebodohan dan kepolosannya', ia tidak tahu apa maksud Abu Thalhah. Jawabannya benar-benar tulus dari hatinya yang bersih.

Setelah bincang-bincang Abu Thalhah minta ditunjukkan rumah majikan si Budak, karena Abu Thalhah bersedia membeli kebun itu, jika kebun itu dijual. Singkat cerita, kebun itu berpindah tangan menjadi milik Abu Thalhah dan Abu Thalhah menghadiahkan kebun tersebut kepada si Budak tadi. Dan jadilah kini si Budak tersebut pemilik baru kebun tersebut.

"Maha Suci ALLAH"

Dari cerita ini kita menjadi tahu, seberapa besar ukuran bersedekah yang bisa mengangkat derajat dan menghilangkan kesusahan.

Bersedekahlah selagi kita tidak punya dan tidak mampu....karena lebih mulia di mata Allah.

Ingatlah matematika sedekah : 10 - 10 = 100 (hasilnya bukan 0)

Ingatlah bahwa "... Allah melipatgandakan balasannya... Allah Maha luas KarunianNya lagi Maha Mengetahui" (Al-Baqarah : 261)